Pemerintah berkomitmen memberantas premanisme yang menjamur di balik organisasi kemasyarakatan (ormas). Langkah tegas akan diambil untuk melindungi iklim investasi dan ketertiban umum. Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenkopolkam, Marsekal Muda TNI Eko Dono Indarto, menegaskan penegakan hukum sebagai prioritas utama. Upaya pembinaan terhadap ormas juga akan dilakukan secara paralel.
1. Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah untuk Memberantas Premanisme
Pemerintah mengajak masyarakat untuk berkolaborasi dalam memberantas premanisme. Tindakan premanisme dinilai menghambat pembangunan dan visi Astacita Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan iklim investasi yang sehat. Kolaborasi ini penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Eko Dono Indarto menekankan pentingnya sinergi. Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan media massa sangat dibutuhkan. Hal ini akan menciptakan efek jera dan menekan angka premanisme.
2. Tindakan Tegas Pemerintah terhadap Ormas yang Bermasalah
Pemerintah siap mengambil tindakan tegas terhadap ormas yang terlibat premanisme. Tidak akan ada toleransi bagi oknum-oknum yang meresahkan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum. Jawa Timur diapresiasi atas respon cepatnya dalam menangani ormas bermasalah.
Pemerintah daerah didorong untuk memetakan wilayah rawan premanisme. Langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan yang tepat perlu dirancang dan diimplementasikan secara efektif. Pemetaan ini akan membantu penindakan yang lebih terarah.
3. Penguatan Sinergi Antar Lembaga dan Peran Masyarakat
Penguatan sinergi antar lembaga penegak hukum sangat penting. Kerja sama antara Polri, TNI, Badan Kesatuan Bangsa Politik, dan Perlindungan Masyarakat di tingkat daerah perlu diperkuat. Hal ini akan meningkatkan efektivitas penindakan premanisme.
Masyarakat juga memiliki peran penting. Jangan ragu untuk melaporkan tindakan premanisme kepada pihak berwajib. Laporan masyarakat menjadi mata dan telinga pemerintah dalam memberantas premanisme. Kerja sama dan laporan masyarakat sangat penting.
Langkah-langkah preemptive, preventive, dan represif akan dijalankan secara terintegrasi. Media massa juga diharapkan berperan aktif dalam mensosialisasikan bahaya premanisme dan mengajak masyarakat untuk terlibat aktif.
Pemberantasan premanisme membutuhkan komitmen bersama. Dengan sinergi dan partisipasi aktif semua pihak, diharapkan Indonesia dapat terbebas dari praktik premanisme yang merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan. Keberhasilan upaya ini akan menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.





