PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tengah menjalankan proyek percontohan (pilot project) untuk mengolah batu bara menjadi Artificial Graphite dan Anode Sheet, bahan baku penting baterai Lithium-ion (Li-ion).
Proyek hilirisasi ini merupakan langkah strategis PTBA dalam mendukung program pemerintah untuk ketahanan energi nasional dan pengembangan industri kendaraan listrik.
Pendanaan Proyek Hilirisasi Batu Bara PTBA
Saat ini, proyek pilot project tersebut masih menggunakan pendanaan internal PTBA.
Nilai investasi proyek masih tergolong kecil sehingga pendanaan internal perusahaan dinilai masih mencukupi.
Keterlibatan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara
Meskipun Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) direncanakan mendanai sejumlah proyek hilirisasi, termasuk 21 proyek yang tercatat, PTBA belum menerima tawaran pendanaan dari Danantara.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menjelaskan bahwa komunikasi terkait pendanaan masih berlangsung di internal MIND ID (Holding).
PTBA optimistis dapat berdiskusi langsung dengan Danantara dalam waktu dekat untuk membahas potensi kerja sama pendanaan.
Kolaborasi dengan BRIN dan Potensi Ekonomis
Proyek percontohan ini dijalankan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan diluncurkan di Kawasan Industri Tanjung Enim pada Juli 2024.
PTBA masih melakukan kajian mendalam terkait nilai ekonomis hilirisasi Artificial Graphite dan Dimethyl Ether (DME).
Produksi Artificial Graphite dan Anoda
PTBA saat ini fokus memproduksi Artificial Graphite karena dapat menghasilkan Anoda, komponen penting baterai Li-ion.
Integrasi vertikal di dalam MIND ID memungkinkan produksi komponen baterai lainnya, seperti Katoda (dari anggota MIND ID lainnya), timah (PT Timah), dan aluminium (Inalum).
Hal ini menunjukkan potensi besar Indonesia untuk memenuhi kebutuhan komponen baterai dalam negeri.
Target Komersialisasi dan Prospek Pasar
Arsal Ismail optimistis proyek pilot project akan selesai tahun ini, dan pembangunan pabrik skala komersial dapat dimulai tahun depan.
Meskipun penjualan Artificial Graphite dalam bentuk lembaran sudah menguntungkan secara komersial, PTBA memprioritaskan pasar domestik mengingat prospeknya yang menjanjikan.
PTBA menargetkan produksi Artificial Graphite dan Anode Sheet dapat berjalan secara komersial pada tahun depan.
Dengan potensi 90% komponen baterai yang dapat dipenuhi dari dalam negeri, pengembangan hilirisasi batu bara ini diharapkan akan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Keberhasilan proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam upaya Indonesia untuk mewujudkan kemandirian energi dan menjadi pemain utama dalam industri baterai listrik global.
