Indonesia membutuhkan suntikan investasi besar-besaran untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% dalam lima tahun mendatang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan angka tersebut mencapai US$ 800 miliar atau sekitar Rp 13.360 triliun.
Investasi Jumbo untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Investasi tersebut akan dialokasikan ke berbagai sektor strategis. Program prioritas pemerintah, seperti swasembada pangan, energi, energi terbarukan, dan hilirisasi, menjadi fokus utama.
Sektor-Sektor Prioritas Investasi
Swasembada pangan menjadi kunci ketahanan ekonomi nasional. Investasi di sektor ini akan meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi ketergantungan impor.
Pengembangan energi terbarukan juga menjadi prioritas. Hal ini selaras dengan upaya Indonesia dalam mengurangi emisi karbon dan mencapai target energi bersih.
Hilirisasi industri bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk ekspor. Langkah ini akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan negara.
Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Rusia: Potensi Investasi dan Peningkatan Konektivitas
Indonesia juga melihat peluang besar dalam kerja sama ekonomi dengan Rusia. Potensi investasi dari Rusia terkonsentrasi di sektor minyak dan gas, siber, reaktor nuklir modular kecil (small modular reactor), kesehatan, pendidikan, dan pariwisata.
Penguatan Kerja Sama Bilateral
Rusia tertarik berinvestasi di sektor aluminium dan energi di Indonesia. Kerja sama ini akan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara di tengah ketidakpastian global.
Untuk mempermudah akses dan kolaborasi, kedua negara akan membuka rute penerbangan langsung. Penerbangan langsung Moskow-Bali dan Moskow-Jakarta akan memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan bisnis.
Misi Bisnis Russian Export Center di Jakarta: Jembatan Kolaborasi Ekonomi
Sebagai bukti nyata kerja sama ekonomi, Russian Export Center (REC) menggelar misi bisnis pertama di Jakarta pada 14-15 April 2025. Lebih dari 30 perusahaan Rusia dari sektor digital, makanan, dan industri lainnya ikut serta.
Direktur Jenderal REC, Veronika Nikishina, menilai Indonesia sebagai pasar yang menjanjikan. Indonesia, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota BRICS, memiliki pengaruh global yang terus berkembang.
Misi bisnis ini diharapkan dapat mempertemukan pengusaha Indonesia dan Rusia. Hal ini akan membuka peluang kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan.
Secara keseluruhan, upaya Indonesia untuk menarik investasi besar-besaran, khususnya dengan kerja sama yang kuat bersama Rusia, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan investasi, namun juga memperkuat konektivitas dan membuka peluang bagi perkembangan ekonomi yang berkelanjutan di kedua negara.





